1. Kondisi [Kembali]
rangkaian seperti gambar percobaan 1, ganti probe dengan led biasa dan ubah besar sumber tegangan menjadi 12 volt
2. Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]
3. Video Simulasi [Kembali]
4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]
Gambar yang Anda unggah menampilkan rangkaian digital berjudul "percobaan 1 kondisi 19". Rangkaian ini dirancang untuk menunjukkan cara kerja dan interaksi antara penghitung (counter) dan dekoder (decoder) untuk mengontrol serangkaian LED.
Gambar yang Anda unggah menampilkan rangkaian digital berjudul "percobaan 1 kondisi 19". Rangkaian ini dirancang untuk menunjukkan cara kerja dan interaksi antara penghitung (counter) dan dekoder (decoder) untuk mengontrol serangkaian LED.
Prinsip Kerja Rangkaian
Rangkaian ini pada dasarnya bekerja sebagai penghitung biner 4-bit yang outputnya diterjemahkan oleh dekoder untuk mengaktifkan satu dari 16 LED pada satu waktu. Rangkaian ini dibagi menjadi dua bagian identik (kanan dan kiri) yang beroperasi secara paralel.
Rangkaian ini pada dasarnya bekerja sebagai penghitung biner 4-bit yang outputnya diterjemahkan oleh dekoder untuk mengaktifkan satu dari 16 LED pada satu waktu. Rangkaian ini dibagi menjadi dua bagian identik (kanan dan kiri) yang beroperasi secara paralel.
Bagian Kiri
Input Clock dan Penghitung (Counter):
Sakelar SW1 berfungsi sebagai input clock (CKA dan CKB) untuk penghitung U1 dan U2. Setiap kali SW1 diaktifkan (posisi "ON"), sinyal clock dikirim ke kedua IC penghitung.
U1 (IC 74LS90, kemungkinan) dan U2 (IC 74LS93) adalah penghitung biner. IC U1 adalah penghitung biner 4-bit, dan U2 juga penghitung biner 4-bit. Keduanya dikoneksikan secara seri, di mana output QD dari U1 terhubung ke input clock CKA dari U2, menciptakan penghitung biner 8-bit gabungan.
Sakelar SW2 dan SW3 terhubung ke pin reset (RO(1) dan RO(2)) dari U1 dan U2. Ketika sakelar ini diaktifkan, penghitung akan di-reset kembali ke nilai 0000 (atau 0).
Output dan Dekoder:
Output dari penghitung gabungan U1 dan U2 (pin QA, QB, QC, dan QD dari kedua IC) terhubung ke input dari dekoder (kemungkinan 74LS138 atau sejenisnya, meskipun tidak diberi label).
Output dari dekoder ini (D1 hingga D8) akan mengaktifkan satu dari delapan LED secara berurutan, sesuai dengan hitungan biner dari penghitung. Misalnya, saat hitungan biner adalah 0000, LED D1 menyala; saat 0001, LED D2 menyala, dan seterusnya hingga 1111 (total 16 kombinasi).
Input Clock dan Penghitung (Counter):
Sakelar SW1 berfungsi sebagai input clock (
CKAdanCKB) untuk penghitung U1 dan U2. Setiap kali SW1 diaktifkan (posisi "ON"), sinyal clock dikirim ke kedua IC penghitung.U1 (IC 74LS90, kemungkinan) dan U2 (IC 74LS93) adalah penghitung biner. IC U1 adalah penghitung biner 4-bit, dan U2 juga penghitung biner 4-bit. Keduanya dikoneksikan secara seri, di mana output
QDdari U1 terhubung ke input clockCKAdari U2, menciptakan penghitung biner 8-bit gabungan.Sakelar SW2 dan SW3 terhubung ke pin reset (
RO(1)danRO(2)) dari U1 dan U2. Ketika sakelar ini diaktifkan, penghitung akan di-reset kembali ke nilai0000(atau0).
Output dan Dekoder:
Output dari penghitung gabungan U1 dan U2 (pin
QA,QB,QC, danQDdari kedua IC) terhubung ke input dari dekoder (kemungkinan 74LS138 atau sejenisnya, meskipun tidak diberi label).Output dari dekoder ini (D1 hingga D8) akan mengaktifkan satu dari delapan LED secara berurutan, sesuai dengan hitungan biner dari penghitung. Misalnya, saat hitungan biner adalah
0000, LED D1 menyala; saat0001, LED D2 menyala, dan seterusnya hingga1111(total 16 kombinasi).
Bagian Kanan
Bagian kanan dari rangkaian ini bekerja dengan prinsip yang sama persis seperti bagian kiri.
Input Clock dan Penghitung:
SW7 berfungsi sebagai input clock untuk penghitung U3 dan U4.
U3 dan U4 (kemungkinan 74LS90 dan 74LS93) berfungsi sebagai penghitung biner 8-bit gabungan.
SW8 dan SW9 berfungsi sebagai sakelar reset untuk kedua penghitung ini.
Output dan Dekoder:
Output dari penghitung U3 dan U4 terhubung ke input dari dekoder yang mengontrol LED D9 hingga D16.
Seperti pada bagian kiri, dekoder ini akan menerjemahkan hitungan biner dari U3 dan U4 untuk mengaktifkan satu per satu LED secara berurutan.
Bagian kanan dari rangkaian ini bekerja dengan prinsip yang sama persis seperti bagian kiri.
Input Clock dan Penghitung:
SW7 berfungsi sebagai input clock untuk penghitung U3 dan U4.
U3 dan U4 (kemungkinan 74LS90 dan 74LS93) berfungsi sebagai penghitung biner 8-bit gabungan.
SW8 dan SW9 berfungsi sebagai sakelar reset untuk kedua penghitung ini.
Output dan Dekoder:
Output dari penghitung U3 dan U4 terhubung ke input dari dekoder yang mengontrol LED D9 hingga D16.
Seperti pada bagian kiri, dekoder ini akan menerjemahkan hitungan biner dari U3 dan U4 untuk mengaktifkan satu per satu LED secara berurutan.
Kesimpulan
Rangkaian ini adalah demonstrasi fungsional dari sistem penghitung-dekoder. Saat sakelar SW1 (atau SW7) ditekan, nilai biner pada penghitung akan bertambah satu. Nilai biner ini kemudian diterima oleh dekoder, yang akan mengubah kode biner menjadi sinyal aktif tunggal untuk salah satu LED, sehingga menyebabkan satu LED menyala pada satu waktu, mengikuti pola hitungan biner. Jika sakelar SW2/3 atau SW8/9 ditekan, hitungan akan diulang dari awal.
Rangkaian ini adalah demonstrasi fungsional dari sistem penghitung-dekoder. Saat sakelar SW1 (atau SW7) ditekan, nilai biner pada penghitung akan bertambah satu. Nilai biner ini kemudian diterima oleh dekoder, yang akan mengubah kode biner menjadi sinyal aktif tunggal untuk salah satu LED, sehingga menyebabkan satu LED menyala pada satu waktu, mengikuti pola hitungan biner. Jika sakelar SW2/3 atau SW8/9 ditekan, hitungan akan diulang dari awal.
5. Link Download [Kembali]
- Download HTML [klik disini]
- Download Rangkaian Simulasi [klik disini]
- Download Video Simulasi [klik disini]
- Download Datasheet ic 74LS112A [klik disini]
- Download Datasheet ic 7474 [klik disini]