Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control perangkat elektronik lainnya.
Blue with one or two phosphor layers: yellow with red, orange or pink phosphor added afterwards, or white with pink pigment or dye.
White
Broad spectrum
Blue/UV diode with yellow phosphor
Bagian bagian
Komponen LED tampak seperti lampu yang dipakai dalam sebuah rangkaian elektronika, walaupun sejatinya dia adalah Diode yang berpendar.
Yang harus diperhatikan adalah kaki sebuah LED, dibuat berbeda panjangnya.
Kaki yang panjang menunjukkan kutub positif, sementara yang pendek menunjukkan kutub negatif
3. Resistor
Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika (V=I R).
Jenis Resistor yang digunakan disini adalah Fixed Resistor, dimana merupakan resistor dengan nilai tetap terdiri dari film tipis karbon yang diendapkan subtrat isolator kemudian dipotong berbentuk spiral. Keuntungan jenis fixed resistor ini dapat menghasilkan resistor dengan toleransi yang lebih rendah.
Cara menghitung nilai resistor:
Tabel warna
Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.
Spesifikasi
4. Buzzer
Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm).
Bagian - bagian
5. Sensor Infrared
Sensor Infrared merupakan komponen elektronika yang dapat mendeteksi benda ketika cahaya infra merah terhalangi oleh benda. Ketika tidak ada benda yang menghalangi sinar inframerah, sensor akan berada dalam logika "0". Sebaliknya, ketika ada benda yang menghalangi sinar inframerah, sensor akan beralih ke logika "1". Sensor infared terdiri dari led infrared sebagai pemancar yang akan mengirimkan sinyal inframerah. Pada bagian penerima sensor inframerah, biasanya terdapat foto transistor, fotodioda, atau modul inframerah yang berfungsi untuk menerima sinar inframerah yang dikirimkan oleh pemancar.
Spesifikasi sensor infrared:
Bagian - bagian
Blok Diagram
6.Push Button
Spesifikasi:
Prinsip kerja push button pada dasarnya adalah untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Namun, tombol tekan tidak memiliki kunci dan akan kembali ke posisi semula setelah ditekan.
Ketika tombol tekan ditekan, nilainya menjadi HIGH dan mengalirkan arus listrik. Namun, setelah dilepas, tombol akan bernilai LOW dan memutuskan arus listrik.
Namun, bagaimana tombol tekan bekerja bisa berbeda tergantung dari jenis tombol tersebut, apakah itu NO atau NC.
Oleh karena itu, penting untuk memahami konsep dasar dan spesifikasi dari tombol tekan yang akan digunakan pada setiap proyek.
Percobaan 2 merupakan sistem deteksi sederhana berbasis mikrokontroler STM32 yang bekerja dengan membaca kondisi input dari switch dan sensor infrared (IR), kemudian menghasilkan output berupa LED sebagai indikator. Pada rangkaian ini, switch berfungsi untuk mengaktifkan sistem, sedangkan sensor IR digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya objek di depan sensor. Mikrokontroler secara terus-menerus membaca kedua input tersebut menggunakan fungsi pembacaan GPIO, lalu memprosesnya berdasarkan logika yang telah diprogram. Ketika switch dalam kondisi ON (HIGH) dan sensor IR tidak mendeteksi objek (LOW), maka mikrokontroler akan mengaktifkan LED merah dan hijau secara bersamaan sehingga menghasilkan warna orange sebagai indikator kondisi tersebut. Sebaliknya, jika salah satu kondisi tidak terpenuhi, maka seluruh LED akan dimatikan. Prinsip kerja sistem ini menunjukkan penerapan logika digital AND dengan kondisi NOT pada sensor, serta memperlihatkan bagaimana mikrokontroler dapat digunakan untuk mengolah input digital dan mengendalikan output secara real-time berdasarkan kondisi lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar